Siti Cholifah bukan lagi tenaga kerja wanita (TKW), melainkan pengusaha butik busana pesta di Kota Dammam, Arab Saudi. suka-duka sebagai TKW telah ditinggalkannya. Kini, bersama sang suami, Siti menjadi pemilik butik bernama Iman Fashion dan Restoran Nusantara.
Baju produksi usaha Siti berharga relatif mahal. salah satunya karena untuk upah jahit, Siti menetapkan tarif sekitar 1.500-10.000 riyal.
Siti yang hanya menempuh pendidikan hingga kelas 1 SMP tak pernah membayangkan dirinya bakal menjadi pengusaha, apalagi diluar negeri. Menurut dia, kuncinya tak semata-mata pendidikan atau modal, tetapi yang lebih penting adalah keterampilan dan tekat kuat.
Bisnis yang dibangun Siti boleh dibilang bukan diberikan suaminya. Ia sendiri yang merintis dan membesarkan usaha itu. Suaminya kini menjadi mitra bisnis untuk usaha rumah makan karena untuk berbisnis di Arab Saudi ia harus bermitra dengan warga asli.
Siti yang lahir dan besar di Sukun, Malang. Jawa Timur, pernah menikah dan mempunyai 2 anak. Namun perkawinannya kandas. Untuk menghidupi anaknya, ia mengambil kursus menjahit sambil bekerja serabutan. Ia kemudian menerima jahitan.
Namun, pengahisalan sebagai penjahit tidak mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Oleh karena itulah, ketika ada seorang sponsor pencari tenaga kerja menawarinya untuk bekerja menjadi TKW, Siti pun setuju.
Di Arab Saudi, Siti tidak bekerja sebagai penjahit semata. Dia juga melalkukan berbagai pekerjaan, mulai dari membeli bahan, merancang, menjahit, hingga mengurus tenaga kerja yang ada di perusahaan garmen tersebut. Sementara gaji yang diperolehnya hanya 800 riyal atau sekitar Rp 2 juta. Ditempat ini, Siti hanya mampu bertahan bekerja selama 11 bulan.
kemudian dia memilih pulang kampung, Siti malah merasa tidak betah dan ingin kembali bekerja ke Arab Saudi. Dengan bantuan serang teman, dia bisa kembali bekerja pada perusahaan garmen.
Namun, kali ini penghasilannya lebih baik yaitu 100 riyal. penghasilan itu kemudian meningkat menjadi 1.200 riyal. Setelah 2 tahun bekerja, dia berani mengajukan agar penghasilannya dinaikkan menjadi 1.500 riyal. Sampai kemudian dia bisa mendapatkan penghasilan dengan sistem bagi hasil. Majikannya kesulitan menolak permintaan itu karena hasil jahitan Siti memang bagus.
Suatu kali Siti pergi kepasar dan bertemu Mohammed Abdulkareem. Pria itu jatuh cinta padanya dan bertekat menikahi Siti. Melihat keseriusan Mohammed, Siti bersedia menikah dengannya. Namun, cinta mereka ditentang oleh orang tua Mohammed. Akibatnya, pasangan ini harus memulai hidup dengan uang yang terbatas.
Meski demikian, Siti tak habis akal. Dia menghubungi para pelanggan lamanya. Melihat kondisi Siti yang tengah kesulitan, para pelanggannya bersedia membayar jahitan mereka sebelum selesai dikerjakan. Dengan uang itu, ia bisa membeli mesin jahit dan benang.
Setelah memiliki butik, sejak 3 tahun yang laluSiti juga membuka restoran masakan Indonesia, namanya Restoran Nusantara. Usaha ini yang menjadi pengelola suaminya.
Jika membandingkan penghasilan restoran dan butik, ia mengaku penghasilan dari retoran memang belum sebesar butik. Namun, Siti senang karena adanya restoran itu membuat dia bisa mempromosikan kuliner Indonesia sekaligus menjadikan rumah makannya sebagai tempat pelepas kangen warga Indonesia di Dammam.
Siti bisa dibilang salah seorang sosok yang ikut membawa Indonesia ke dunia Internasional. Semua tenaga kerja pada usahanya adalah orang Indonesia. Ia bercita-cita tak hanya membuka lapangan kerja bagi warga Indonesia di Arab Saudi, tetapi juga membuka lapangan kerja di Indonesia.
Ia ingin agar lebih banyak perempuan Indonesia melengkapi diri dengan keterampilan.
Sumber : KOMPAS (Sosok, Siti Cholifah)
Giovany Ahmad
1701348060

Tidak ada komentar:
Posting Komentar