Rabu, 23 April 2014

Tokoh dari tahun 1900-1925 (Gestalt)



Franz Brentano
Lahir di marienberg tanggal 16 januari 1838, meninggal di Zurich pada tanggal 17 maret 1917
Ia pelopor aliran Psikologi Fenomenalogi, yaitu aliran psikologi yang berusaha mempelajari jiwa sebagai fenomena dengan metode yang deskriptif
Beliau berpendapat bahwa dasar dari sega tingkah laku kejiwaan (pshychic acts) adalah persepsi dalam (inner perception) yaitu persepsi yang tak terbatas pada persepsi oleh indra-indra belaka.
Ajaran-ajaran brentenus selanjutnya mempengaruhi tokoh Christian Von Ehrenfels.


Chistian Von Ehrenfels
Lahir di Rodaun (Austria) pada tanggal 20 juni 1859, meninggal di Lichrenau tanggal 8 september 1932.


Max Wertheimer
Lahir di Praha pada tanggal 15 april 1850 dan meninggal 12 oktober 1943 di New York.
Hasil eksperimen dengan menggunakan alat yang disebut stroboskop, yaitu alat berbentuk kotak yang diberi alat untuk melihat kedalam kotak itu. Didalam kotak terdapat dua buah garis, yang satu melintang dan yang lain tegak. Kedua gambar itu tidak terlihat sekaligus, melainkan berganti-ganti. Mula-mula tampak garis yang melintang, kemudian nampak garis tegak, kemudian ada yang melintang lagi dan demikian seterusnya. Kesan yang akan terjadi adalah akan nampak bahwa garis itu bergerakdari tegak ke melintang dan sebaliknya, terus-menerus. Gerak yang disebut gerak stroboskopik ini merupakan gerakan yang semu, karena sesungguhnya garis-garis itu sendiri tidak bergerak melainkan muncul berganti-ganti. Gejala ini disebut juga sebagai phipenomenon dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai misalnya kalau kita menonton bioskop atau melihat lampu-lampu reklame yang bergerak-gerak. 


Kurt Koffka
Lahir di Berlin tanggal 18 maret 1886, meninggal di Northampton, Massachusetts, AS tanggal 22 november 1941
Ia bertemu dengan Wertheimer dan kohler, dan mendirikan aliran Psikologi Gestalt di Berlin pada tahun 1910.
Sumbangan Koffka kepada psikologi adalah penyajian yang sistematis dan pengalaman dari prinsip-prinsip Gestalt  dalam rangkaian gejala psikologi, dari mulai persepsi, belajar, mengingat, sampai kepada Psikologi Belajar dan Psikologi Sosial.
Beberapa teori koffka tentang belajar :
1. Salah satu faktor yang penting dalam belajar adalah jejak-jejak ingatan (memory traces)
2. Perubahan yang terjadi pada ingatan bersamaan dengan jalannya waktu tidak melemahkan jejak-jejak ingatan itu, menyebabkan perubahan jejak, karena jejak ingatan itu cenderung diperhalus dan disempurnakan untuk mendapat Gestalt yang lebih baik dalam ingatan
3. Latihan akan memperkuat jejak ingatan


Wolfgang Kohler
Lahir di Reval, Estonia pada tanggal 21 Januari 1887 dan meninggal di Lebanon, New Hampshire, Amerika Serikat, pada tanggal 11 Juni 1967. Kohler memperoleh gelar Ph.D. Pada tahun 1908 dibawah bimbingan C.Stumpf di Berlin. Ia kemudian pergi ke Frankfurt dan sebagai asisten dari F.Schurmann ia berjumpa dengan Wertheimer dan koffkaf. Mereka bertiga kemudianmengadakan eksperimen-eksperimen yang bersejarah itu yang akhirnya membawa mereka kepada berdirinya aliran Psikologi Gestalt, atau disebut juga aliran Berlin. 

Eksperimen - eksperimen Wolfgang Kohler 1
Eksperimen dengan kera dan membuktikan bahwa pada kera pun terdapat pemahaman  (insight) : seekor kera dimasukkan ke dalam kandang. Tak jauh dari kandang (tidak tercapai oleh tangan kera)  diletakkan sebuah pisang. Didalam kadang terletak dua buah tongkat, yang masing - masing juga tidak cukup panjang untuk mencapai pisang. Setelah beberapa saat, kera melihat tongkat dan mulai bermain dengan kedua tongkat itu, hingga pada  suatu saat kedua tongkat itu tersambung. Pada saat itulah timbul ide pada kera untuk mengambil pisang dengan tongkat yang telah tersambung itu dan dengan demikian maka keinginannya untuk mengambil pisang terpenuhi.

Eksperimen - eksperimen Wolfgang Kohler 2
Diskriminasi visual pada ayam : seekor ayam dihadapkan pada tiga buah kotak. Salah satu kotak itu berisi makanan, yaitu pada  kotak kedua yang di tengah. Pada kotak - kotak itu digambarkan lingkaran-lingkaran dari yang paling besar ke yang paling kecil. Dengan beberapa kali latihan ayam dapat memilih kotak berlingkaran sedang kalau ia menghendaki makanan. Kemudian dilakukan perubahan. Kotak kosong yang bergambar lingkaran yang terbesar disingkirkan, tetapi diberikan satu kotak baru yang berlukiskan lingkaran yang lebih kecil dari lingkaran terkecil sebelumnya.

Intinya ayam tidak melihat kepada ukuran mutlak dari lingkaran itu, melainkan lebih memperlihatkan ukuran relatifnya. Terbukti juga bahwa ayam tidak melihat kotak-kotak itu satu persatu, melainkan selalu melihatnya dalam hubungan dengan kotak- kotak lain di dekatnya.
Ayam cenderung melihat hubungan antara stimulus antara stimulus-stimulus dan lebih mengutamakan relativitas, disebut sebagai hukum transposisi (law of transposition)

Karya-karya kohler antara lain adalah : intelligent in apes (1925), The Mentality of Apes (1927), Gestalt Psychology (1929)


F. Krueger
Krueger menyatakan bahwa ganzheit tidak sama dengan gestalt. Krueger berpendapat bahwa psikologi gestalt terlalu menitik beratkan pada masalah persepsi objek. Menurut krueger adalah penghayatan secara menyeluruh terhadap ruang dan waktu, bukan hanya persepsi saja atau totalitas objek-objek saja. Konsekuensi dari pendapat ini adalah bahwa tingkah laku harus diamati secara holistik atau molar, yaitu suatu tingkah laku harus dipandang dalam hubungan dengan tingkah laku lain, baik yang terjadi sebelumnya, sesudahnya atau pada saat yang bersamaan. 

Kurt Lewin
(1890-1947) kelahiran Prussia Timur (sekarang Polandia)
Teori psikologi Lewin telah terpengaruh dari studi terdahulunya mengenai pengobatan, matematik dan khususnya fisika
1) Struktur Kepribadian
Lewin menggambarkan manusia sebagai pribadi berada dalam lingkungan psikologis, dengan pola hubungan dasar tertentu. Dengan cara ini , Lewin berusaha mematematisasikan konsep-konsepnya sejak dari permulaan. Matematika Lewin menggambarkan hubungan-hubungan spasial dengan istilah-istilah yang berbeda. Pada dasarnya matematika Lewin merupakan jenis matematika untuk menggambarkan interkoneksi dan interkomunikasi antara bidang-bidang spasial dengan tidak memperhatikan ukuran dan bentuknya.
Pemisahan pribadi dari yang lain-lainnya di dunia dilakukan dengan menggambarkan suatu figur yang tertutup. Batas dari figur menggambarkan batas-batas dari entitas yang dikenal sebagai pribadi. Segala sesuatu yang terdapat dalam batas itu adalah P (pribadi), sedangkan segala sesuatu yang terdapat di luar batas itu adalah non-P.
Selanjutnya untuk melukiskan kenyataan psikologis ialah dengan menggambar suatu figur tertutup lain yang lebih besar dari pribadi dan yang melingkupnya. Bentuk dan ukuran figur yang melingkupi ini tidak penting asalkan ia memenuhi dia syarat yakni lebih besar dari pribadi dan melingkupimya. Figur yang baru ini tidak boleh memotong bagian dari batas lingkaran yang menggambarkan pribadi. Lingkaran dalam elips ini bukan sekedar suatu ilustrasi atau alat peraga, melainkan sungguh-sungguh merupakan suatu penggambaran yang tepat tentang konsep-konsep struktural yang paling umum dalam teori Lewin, yakni pribadi, lingkungan psikologis dan ruang hidup. 
Unsur-unsur pembentuk kepribadian menurut Kurt Lewin terdiri atas:
a. Ruang Hidup
Ruang hidup mengandung semua kemungkinan fakta yang dapat menentukan tingkah laku individu. Ruang hidup meliputi segala sesuatu yang harus diketahui untuk memahami tingkah laku kongkret manusia individual dalam suatu lingkungan psikologis tertentu pada saat tertentu. Tingkah laku adalah fungsi dari ruang hidup. Secara matematis: TL=f(RH). Fakta-fakta non psikologis dapat dan sungguh-sungguh mengubah fakta-fakta psikologis. Fakta-fakta dalam lingkungan psikologis dapat juga menghasilkan perubahan-perubahan dalam dunia fisik. Ada komunikasi dua arah antara ruang hidup dan dunia luar yang bersifat dapat ditembus (permeability), tetapi dunia fisik (luar) tidak dapat berhubungan langsung dengan pribadi karena suatu fakta harus ada dalam lingkungan psikologis sebelum mempengaruhi/dipengaruhi oleh pribadi.

b.Lingkungan Psikologis
Merupakan daerah di dalam elips tetapi diluar lingkaran. Daerah ini dibagi-bagi dalam pecahan-pecahan yang disebut region. Sedangkan semua garis yang tertera pada diagram diatas yang merupakan batas antar sel, antar region disebut bondaris. Lingkungan Psikologis berhenti pada batas pinggir elips, tetapi batas antara pribadi dan lingkungan juga bersifat dapat ditembus. Hal ini berarti fakta fakta lingkungan dapat mempengaruhi pribadi.
Secara matematis : P = f (LP)
Dan fakta fakta pribadi dapat mempengaruhi lingkungan.
Secara matematis : LP = f (LP)

c. Pribadi
Menurut Lewin, pribadi adalah heterogen, terbagi menjadi bagian-bagian yang terpisah meskipun saling berhubungan dan saling bergantung. Daerah dalam personal dibagi menjadi sel-sel. Sel-sel yang berdekatan dengan daerah konseptual motor disebut sel-sel peripheral (p), sel-sel dalam pusat lingkaran disebut sel-sel sentral (s). Sistem motor bertidak sebagai suatu kesatuan karena biasanya lahannya dapat melakukan suatu tindakan pada satu saat. Begitu pula dengan sistem perseptual artinya orang hanya dapat memperhatikan dan mempersepsikan satu hal pada satu saat. Bagian bagian tersebut mengadakan komunikasi dan interdependen, tidak bisa berdiri sendiri.

d. Lingkungan Non-Psikologis
Lingkungan ini luasnya tidak terhingga sehingga tidak mempunyai bondaris (pada gambar dibatasi persegi empat). Apa saja yang ada tetapi tidak menjadi stimulus bagi diri seseorang bisa termasuk kedalam lingkungan non psikologis seperti benda, obyek, fakta-fakta atau situasi sosial. Benda atau obyek secara fisik dekat individu tetapi bila tidak menyentuh fungsi psikologisnya maka benda itu secara psikologis tidak berada di daerah psikologis sehingga benda berada di daerah non psikologis (daerah kulit asing).

2) Dinamika Kepribadian
Konsep-konsep dinamika pokok dari Lewin terdiri atas energi psikis (psychic energy), tegangan , kebutuhan (need), tindakan (action) meliputi vector (kekuatan yang mendorong terjadinya tingkah laku) dan valensi (nilai region dari lingkungan psikologis bagi pribadi) serta lokomosi (perpindahan lingkaran pribadi). Konstruk-konstruk dinamik ini menentukan lokomosi khusus dari individu dan cara ia mengatur struktur lingkungannya, Lokomosi dan perubahan-perubahan struktur berfungsi mereduksikan tegangan dengan cara memuaskan kebutuhan.
Suatu tegangan dapat direduksikan dan keseimbangan dipulihkan oleh suatu lokomosi substitusi. Proses ini menuntut bahwa dua kebutuhan erat bergantungan satu sama lain sehingga pemuasan salah satu kebutuhan adalah melepaskan tegangan dari sistem kebutuhan lainnya. Akhirnya, tegangan dapat direduksikan dengan lokomosi-lokomosi murni khayalan. Seseorang yang berkhayal bahwa ia telah melakukan suatu perbuatan yang sulit atau menempati suatu jabatan yang tinggi mendapat semacam kepuasan semu dari sekedar berkhayal tentang keberhasilan.

3) Perkembangan Kepribadian 
Menurut Lewin, hakekat Perkembangan Kepribadian itu adalah :
a) Diferensiasi 
yaitu semakin bertambah usia, maka region-region dalam pribadi seseorang dalam LP-nya akan semakin bertambah. Begitu pula dengan kecakapan kecakapan/ keterampilan keterampilannya. Contoh: orang dewasa lebih pandai menyembunyikan isi hatinya daripada anak-anak (region anak lebih mudah ditembus). 
b) Perubahan dalam variasi tingkah lakunya
c) Perubahan dalam organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks. 
d) Bertambah luasnya arena aktivitas individu
contoh: Anak kecil terikat oleh masa kini sedangkan orang dewasa terikat oleh masa kini, masa lampau dan masa depan. 
e) Perubahan dalam realitas. 
Dapat membedakan mana yang khayal dan yang nyata, pola berpikir meningkat ,contohnya dari pola berpikir assosiasi menjadi pola berpikir abstrak.


Giovany Ahmad
1701348060